Suzuki Satria F150 Club

Artikel > Modifikasi
Pasang Relay Klakson
Dikirim oleh admin_polly
Kamis, 18-Januari-2007, 03:29:54 (14387 klik) Versi Cetak

Tidak dipungkiri bahwa mengganti klakson standar dengan model lain (misalnya: horn, mobil, dan lain - lain) memang menambah gaya motor tercinta. Namun banyak brother pemilik Satria FU150 mengeluhkan klakson barunya tidak bekerja dengan optimal lantaran suaranya kecil, mau tau salah satu cara memodifikasi klakson tersebut silahkan nikmati modifikasi ringan berikut..

Tidak dipungkiri bahwa mengganti klakson standar dengan model lain (misalnya: horn, mobil, dan lain - lain) memang menambah gaya motor tercinta. Namun banyak brother pemilik Satria FU150 mengeluhkan klakson barunya tidak bekerja dengan optimal lantaran suaranya kecil, mengeluarkan suara serak seperti batuk, atau timbul tenggelam. Setelah saya kumpulkan berbagai macam kasus di lapangan, ternyata ada beberapa faktor yang dapat ditunjuk sebagai sumber kesalahan yang mempengaruhi performa klakson.

1. Klakson dipasang tanpa relay.
2. Sudah terpasang dengan relay namun pemasangannya tidak baik atau bahkan keliru.
3. Sambungan atau percabangan kabel yang tidak baik.
4. Pembebanan arus listrik secara berlebihan terhadap jalur kabel tertentu, misalnya: sumber listrik untuk klakson diambil dari jalur kunci kontak padahal jalur tersebut adalah sumber listrik utama untuk klakson standar, lampu sign, lampu rem, CDI, flasher dan papan spidometer. Tentu saja jalur tersebut menjadi tidak layak untuk digunakan sebagai jalur sumber listrik untuk klakson berdaya lebih besar dari klakson standar.

Berdasarkan pemantauan dan kesimpulan saya terhadap kemampuan dan pengetahuan beberapa mekanik modifikasi, bukan juga sebuah jaminan bahwa dengan memasang klakson di bengkel atau toko modifikasi motor berarti klakson sudah terpasang dengan benar. Berikut ini saya menulis sebuah skema listrik dan penjelasan untuk pemasangan klakson dan relay agar dapat dipakai sebagai acuan untuk brother yang ingin mencoba memasang sendiri atau memodifikasi jalur klakson yang sudah ada.

Yang perlu disediakan:

1. Relay 4 kaki (jika tidak tersedia, relay 5 kaki bisa dipakai sebagai pengganti), banyak dijual di toko modifikasi mobil atau motor dengan merek dan harga yang beraneka ragam. Biasanya relay kualitas menengah kebawah, harganya berada pada kisaran antara Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000.
2. Unit klakson tentunya, dengan model dan suara sesuai selera.
3. Kabel secukupnya. Pilih yang berukuran diameter sedang (diameter yang dimaksud adalah ukuran konduktor tembaganya, tidak termasuk bungkus karet isolatornya), patokannya: jangan lebih kecil dari semua kabel motor yang ada di balik batok lampu. Lebih besar lebih baik, tetapi terlalu besar pun akan menyulitkan pemasangan dan penyambungan kabel itu sendiri.
4. Sekering, sebagai pengaman terhadap arus pendek (konslet). Pemilihan jenis dan bentuk sekering boleh bebas.
5. Terminal klakson dan terminal aki, sebagai terminal sambungan.
6. Kabel tis, sebagai pengikat kabel ketika melakukan penataan.
7. Isolator (isolasi) untuk listrik, biasanya berwarna hitam dan kenyal, cocok untuk menutup sambungan kabel secara fleksibel dan rapi.
8. Peralatan pendukung seperti: tang potong dan gunting. Akan lebih baik apabila tersedia solder dan timah untuk memperkuat sambungan terminal dan kabel.

Yang perlu diperhatikan:

1. Letak kabel klakson standar dapat ditemukan dibalik batok lampu. Caranya dengan melepas batok dari tempatnya.
2. Kabel klakson standar berwarna orange dan hijau, dapat ditemukan dengan mudah jikalau masih tersambung dengan klakson standar.
3. Semua kaki terminal pada relay dipastikan mempunyai nomor wajib yaitu 85, 86, 87 dan 30. Khusus untuk relay 5 kaki, selain kaki terminal bernomor 87 juga tersedia kaki terminal bernomor 87a, kaki terminal ini dapat diabaikan karena memang tidak terpakai. Nomor - nomor tersebut dapat ditemukan langsung pada badan relay, mohon diteliti terlebih dahulu.
4. Klakson memiliki dua kaki terminal, dan klakson adalah perangkat elektronik yang tidak memiliki kutub (tidak memiliki positif dan negatif), tidak seperti aki. Jadi nantinya, pemasangan kabel pada kaki terminal klakson boleh secara bebas.
5. Bagi brother yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman seputar kelistrikan, dapat menunjuk pihak lain misalnya mekanik BERES Suzuki untuk membantu pemasangan instalasi relay ini.

berikut skema rangkaiannya :


1. Untuk instalasi kabel beserta terminalnya, penataan kabel oleh kabel tis, penggunaan isolator (isolasi), penyolderan timah, tidak akan dijelaskan disini karena dianggap sudah mengerti. Agar lebih mudah memahami, silakan menilik gambar skema yang sudah disediakan.
2. Klakson standar dilepas dari kabelnya, sementara kabelnya tetap akan dipakai untuk dihubungkan ke kaki terminal relay bernomor 85 dan 86. Pemasangan warna kabel (orange dan hijau) terhadap nomor terminal (85 dan 86) boleh secara bebas. Namun jikalau bingung, lebih baik berpatokan pada gambar skema yang sudah disediakan, yaitu: kabel berwarna orange terhubung dengan kaki terminal relay bernomor 85, sementar kabel berwarna hijau terhubung dengan kaki terminal relay bernomor 86.
3. sampai pada tahapan ini, dapat dilakukan percobaan untuk mengetahui kondisi kerja relay. Geser kunci kontak motor menjadi ON lalu tekan tombol klakson yang ada pada kiri setang sembari memperhatikan relay. Jikalau terdengar suara klik setiap kali tombol klakson ditekan berarti pemasangan kabel terhadap relay sudah benar dan relay dalam kondisi layak pakai. Apabila tidak terdengar suara klik, kemungkinan besar pemasangan kabel belum benar, atau relay tidak layak pakai.
4. Tahapan berikutnya, kaki terminal relay bernomor 30 dihubungkan ke kaki pertama pada klakson. Lalu untuk kaki lainnya pada klakson, dihubungkan ke jalur negatif aki. Kaki terminal relay bernomor 87 dihubungkan ke jalur positif aki.
5. Setelah point nomor empat di atas selesai dikerjakan, maka lakukan kembali percobaan yang sama seperti pada point nomor tiga di atas. Kali ini, klakson harus berbunyi dengan baik pada saat tombol klakson ditekan.
6. Untuk pemasangan klakson lebih dari 1 unit, unit klakson tambahannya dapat dihubungkan secara paralel dengan klakson pertama. namun harus diperhatikan bahwa semakin banyak klakson yang terhubung, semakin banyak pula aki harus memberikan sumber daya listrik. Pada titik tertentu klakson tidak akan bekerja secara maksimal karena kekurangan daya listrik (konsumsi arus listriknya melebihi nilai kapasitas ampere aki). Silakan melakukan percobaan sendiri untuk mengetahui konsumsi daya klakson terhadap kemampuan atau kapasitas sumber daya aki.
7. Untuk mencegah terjadinya arus pendek (konslet), diwajibkan memasang sekering sebagai pengaman. Posisinya wajib terpasang pada jalur positif aki dan dekat dengan terminal yang terhubung pada terminal positif aki. Dikarenakan masing - masing klakson membutuhkan arus listrik yang berbeda - beda, maka nilai sekering pun harus disesuaikan. Cobalah menentukan nilai sekering dengan cara sebagai berikut: Sediakan beberapa sekering mulai dari sekering bernilai 1 ampere, 2 ampere, dan seterusnya, lalu lakukan percobaan seperti pada point nomor tiga di atas sambil mencoba sekering dari nilai terkecil. Jikalau pada saat tombol saklar ditekan kemudian sekering terputus, cobalah kembali dengan menggunakan nilai sekering satu tingkat diatas nilai sekering sebelumnya sampai didapat sekering dengan nilai tertentu tanpa terputus. Ulangi juga percobaan ini pada saat mesin dinyalakan. Jikalau terputus, naikkan kembali nilai sekering.

Selamat mencoba...

yang nulis bilang : Penulis tidak bertanggungjawab atas segala hasil yang diakibatkan oleh penerapan tulisan yang telah dibahas. Segala resiko dan perkiraan wajib dipahami, disadari dan ditanggung oleh masing - masing.


Sumber
Agus Leonardi [B6595TGH]

Reporter : SSFC-005

 
Username:
Password:

» Registrasi
» Lupa Password?
Total Klik: 2284898
Total Online: 5
 Hak cipta terpelihara ©2005 ssfc.or.id, pk.
Enak dilihat pada resolusi 800x600.
Segala merek dagang yang terdapat pada situs ini adalah hak milik dari masing-masing pemilik.
Situs ini dibangun menggunakan morON CUMS (http://moron.datacrux.org), 2005 pk.
Tema layout "moron_ssfc_or_id_two", disain oleh pk, integrasi kode oleh pk, 2005 SSFC, Suzuki Satria F150 Club.
Bacalah dengan seksama Kesepakatan dan Aturan Main.